CINTAILAH AL-QURAN
*CINTAILAH AL-QURAN*
Proses mencintai Al-Quran itu adalah proses sangat panjang. Berliku-berliku, berbelok-belok. Kadang naik, kadang turun. Tak menentu, tak beraturan.
Mencintai Al-Quran adalah kita bisa mengaktifkan hormon oktisotin dan vasopresin. Kedua hormon inilah yang mengakibatkan kita tentram, bahagia dan segalanya indah. Ini yang mengakibatkan kita komitmen dengan Al-Quran. Sehingga kita bisa berbetah-betah, berlama-lama dengan Al-Quran. Bahkan kita bisa 'cinta buta' dengan melakukan perbuatan yg diluar logika kepada Al-Quran.
Katakanlah sesibuk apapun tetap membaca Al-Quran. Dalam kondisi apapun tetap menghafal Al-Quran. Dalam perjalananpun, lisannya tetap bisa memurojaah Al-Quran. Bahkan kita lihat sejarah orang-orang yang mencintai Al-Quran itu luar biasa. Kita bisa membaca kisah Ustman Bin Affan yang mengkhatamkan Al-Quran dalam 1 rokaat shalat, seorang Imam Syafi'i bisa mengkhatamkan Al-Quran sampai 60 kali ketika Ramadhan, dll.
Hal ini menurut sebagian besar orang merasa 'aneh'. Tapi menurut orang-orang yang sedang berjihad denganya; ini adalah wajar. Bahkan ini adalah proses kesempurnaan dalam perkara mencintai Al-Quran.
Apalagi kita tahu bahwa Allah sangat cinta kepada orang yang mencintai Al-Quran. Bahkan Allah memberikan pahala yang sangat begitu agung yang disiapkan oleh hamba-Nya yang mau berjihad dan berdarah-darah untuk mencintai Al-Quran.
Maka, sudah seharusnya kita belajar mencintai Al-Quran. Berawal dari cara membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Bagaimana mungkin kita bisa mengaku cinta Al-Quran, namun kita ogah-ogahan belajar mengaji dengan baik dan benar? Kita selalu beralasan tidak menghafal ayat demi ayat?
Mari belajar bersama-sama. Mari berjuang bersama-sama. Mari berjihad berjamaah. Dan mari 'berdarah-darah'. Sebab 'darah-darah' yang dikeluarkan tetes demi tetes sangat berharga sekali dimata Allah.
~Imam Syahrobani

Posting Komentar